Pages

Tuesday, 12 March 2013

Contoh Karya Tulis SMP

BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
Untuk saat ini orang-orang sudah banyak yang menggunakan kendaraan, bahan bakar dari kendaraan itu adalah BBM (Bahan Bakar Minyak), persediaan BBM
yang sangat terbatas akan membuatnya memiliki harga yang tinggi  bahkan mencapai belasan ribu di beberapa negara. Bagi negara-negara dengan persediaan BBM terbatas maka harus membeli ke negara lain dengan persediaan bbm yang melimpah seperti negara-negara di kawasan Benua Asia.
Hal tersebut dapat dilakukan apabila negara tersebut kaya. Tetapi bagi negara-negara miskin, membeli bbm ke negara lain akan sangat mustahil maka dari itu banyak negara mulai melakukan inovasi dengan membuat sumber energy alternative pengganti bbm yaitu Biodiesel yang dapat dibuat dari biji-bijian khususnya biji dari tanaman jarak pagar.
Biodiesel memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan bentuk energi lainnya, yaitu memiliki karakter pembakaran yang relatif bersih, biaya produksinya rendah, dan yang terpenting adalah ramah lingkungan. Dibalik keunggulan tersebut terdapat hambatan dan beban utama dalam pengembangan bahan bakar minyak dari biji jarak pagar, yaitu bahan baku yang sangat terbatas persediaannya, mengingat perkebunanya baru mulai  dikembangkan.
  Pengembangan tanaman jarak pagar sebagai bahan biodiesel mempunyai potensi yang sangat besar karena selain menghasilkan minyak dengan produktivitas tinggi, juga dapat berfungsi sebagai pengendali erosi serta memperbaiki tanah. Strategi pengembangan industri biodiesel jarak pagar harus dilakukan secara terintegrasi dengan cara memaksimalkan potensi yang dimiliki jarak pagar.




1.2     Rumusan Masalah
1.2.1                    Bagaimanakah cara pengolahan biji jarak pagar sebagai bahan biodiesel ?
1.2.2                    Dapatkah biji jarak pagar dimanfaatkan sebagai bahan biodiesel?

1.3     Manfaat
            Berdasarkan latar  belakang dan rumusan masalah yang telah penulis tetapkan, maka manfaat yang dapat diperoleh adalah:
1.3.1                    Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu sumber informasi tentang pemanfaatan biji jarak pagar sebagai bahan biodiesel
1.3.2                    Untuk menginformasikan bagaimana cara pengolahan biji jarak pagar agar menjadi biodiesel

1.4 Metode Penulisan
            Dalam penyusunan karya tulis ini penulis menggunakan metode kajian pustaka. Metode kajian pustaka adalah metode penulisan dengan membaca dari berbagai sumber yang berhubungan dengan tema karya tulis yang ada dengan cara meringkas atau mencatat hal-hal penting yang dapat digunakan sebagai bahan dari karya tulis ini.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan   :
Divisi        :
Kelas         :
Ordo          :
Famili        :
Genus        :
Spesies      :
J. curcas

2.2 Definisi Tanaman Jarak Pagar

4
 
Tanaman Jarak Pagar ( Jatrpoha curcas ) adalah merupakan tumbuhan semak berkayu yang banyak ditemukan di daerah tropik. Berdasarkan pengamatan terhadap keragaman di alam, tumbuhan ini diyakini berasal dari Amerika Tengah, tepatnya di bagian selatan Meksiko, meskipun ditemukan pula keragaman yang cukup tinggi di daerah Amazon. Penyebaran ke Afrika dan Asia diduga dilakukan oleh para penjelajah Portugis dan Spanyol berdasarkan bukti-bukti berupa nama setempat.
Di Indonesia, tumbuhan ini didatangkan oleh Jepang ketika menduduki Indonesia antara tahun 1942 dan 1945. Tumbuhan ini direncanakan sebagai sumber bahan bakar alternatif bagi tank dan pesawat perang sewaktu Perang Dunia II. Kemampuan untuk diperbanyak secara klonal menyebabkan keanekaragaman tumbuhan ini tidak terlalu besar. Walaupun demikian, karena ia termasuk tumbuhan berpenyerbukan silang maka mudah terjadi rekombinasi sifat yang membawa pada tingkat keragaman yang cukup tinggi.
Tanaman Jarak Pagar berbentuk pohon kecil maupun belukar besar yang tingginya mencapai lima meter, cabang-cabang pohon ini bergetah dan dapat diperbanyak dengan biji, stek, atau kultur jaringan dan mulai berbuah delapan bulan setelah ditanam dengan produktivitas 0,5 – 1 ton biji kering/ha/tahun. Selanjutnya akan meningkat secara bertahap dan akan stabil sekitar 5 ton pada tahun ke lima setelah tanam. Jarak Pagar juga dikenal dengan banyak nama di Indonesia seperti: Jarak Kosta, Jarak Budeg (Sunda); Jarak Gundul, Jarak Pager (Jawa); Kalekhe Paghar(Madura); Jarak Pager (Bali); Lulu Mau, Paku Kase, Jarak Pageh (Nusa Tenggara); Kuman Nema (Alor); Jarak Kosta, Jarak Wolanda, Bindalo, Bintalo, Tondo Utomene (Sulawesi); Ai Huwa Kamala, Balacai, Kadoto (Maluku).

2.3 Budidaya Tanaman Jarak Pagar
Tanaman jarak mudah beradaptasi terhadap lingkungan tumbuhnya dapat tumbuh baik pada tanah yang kurang subur asalkan memiliki drainase baik  (tidak tergenang) dengan pH atau tingkat keasaman tanah optimal 5,0-6,5. Tanaman jarak pagar merupakan tanaman tahunan jika dipelihara dengan baik dapat hidup lebih dari 20 tahun. Ia sanggup menghasilkan secara ekonomis pada tempat dengan curah hujan hanya empat bulan, tidak seperti kelapa sawit yang memerlukan curah hujan konstan untuk hasil terbaiknya.
Bahan tanaman dapat berasal dari stek cabang atau batang, maupun benih. Jika menggunakan stek dipilih cabang atau batang yang telah cukup berkayu. Untuk benih dipilih dari biji yang telah cukup tua yaitu diambil dari buah yang telah masak biasanya berwarna hitam.
Pembibitan dapat dilakukan di polibag atau di bedengan yang diberi naungan. Setiap polibag diisi media tanam berupa tanah lapisan atas (top soil) dan dapat dicampur pupuk kandang. Setiap polibag ditanami satu bibit untuk lama pembibitan 2–3 bulan. Penanaman dapat juga dilakukan secara langsung di lapangan (tanpa pembibitan) dengan menggunakan stek cabang atau batang.
Kegiatan persiapan lahan meliputi pembukaan lahan, pengairan, dan pembuatan lubang tanam. Lubang tanam dibuat biasanya dengan ukuran Panjang=40 cm, Lebar=40 cm, Dalam=40 cm. Penanaman bibit sehat dengan ketinggian melebihi 50 cm dilakukan pada awal atau selama musim penghujan sehingga kebutuhan air bagi tanaman cukup tersedia. Pemupukan dapat dilakukan sesuai tingkat kesuburan tanah setempat. Pemberian pupuk organik disarankan untuk memperbaiki struktur tanah. Perawatan mencakup pengairan, pemangkasan, dan pembersihan dari gulma. Perlindungan dari hama dan penyakit dilakukan bila terjadi serangan besar karena jarak pagar relatif tidak memiliki pengganggu.

2.4 Pengertian Biodiesel
            Biofuel adalah setiap bahan bakar baik padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organic, biofuel memiliki beberapa jenis antara lain Biodiesel, Biogas, Bioethanol. Dari ketiga jenis diatas, yang dapat digunakan sebagai bahan bakar adalah Biodiesel. Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono-alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur.
Sebuah proses dari transesterifikasi lipid digunakan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang asam lemak bebas. Setelah melewati proses ini, tidak seperti minyak sayur langsung, biodiesel memiliki sifat pembakaran yang mirip dengan diesel (solar) dari minyak bumi, dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, dia lebih sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan bahan bakar diesel petrol murni ultra rendah belerang yang rendah pelumas.
Biodiesel merupakan kandidat yang paling baik untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi transportasi utama dunia, karena biodiesel merupakan bahan bakar terbaharui yang dapat menggantikan diesel petrol di mesin sekarang ini dan dapat diangkut dan dijual dengan menggunakan infrastruktur zaman sekarang.
Penggunaan dan produksi biodiesel meningkat dengan cepat, terutama di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia, meskipun dalam pasar masih sebagian kecil saja dari penjualan bahan bakar, karena hal itu pada saat ini terdapat 5 negara dengan penggunaan biodiesel tertinggi sebagai berikut: Congo(99.55%), Albania(99.39%), Tajikistan(97.97%), Norwegia(96.59%), Kosta Rika(95.15%). Pertumbuhan SPBU untuk biodiesel membuat semakin banyaknya penyediaan biodiesel kepada konsumen dan juga pertumbuhan kendaraan yang menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar.
Sebenarnya Biodiesel bukan suatu konsep baru. Henry Ford pernah berencana untuk menggerakkan mobil menggunakan biodiesel dan bahkan telah menunjukkan model diesel yang bekerja menggunakan minyak kacang tanah. Bahan dari biodiesel bisa sangat beragam seperti Tanaman Jelantah, Tanaman Singkong, Tanaman Jarak dll.



2.5 Keunggulan dan Kelemahan Biodiesel
Karena biodiesel terbuat dari bahan-bahan alami maka memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dibandingkan dengan diesel konvensional, antara lain sebagai berikut:

2.5.1 Keunggulan Biodiesel:
2.5.1.1              Biodiesel tidak beracun
2.5.1.2              Biodiesel adalah bahan bakar biodegradable
2.5.1.3              Biodiesel lebih aman dipakai dibandingkan dengan diesel konvensional
2.5.1.4              Biodiesel dapat dengan mudah dicampur dengan diesel konvensional dan dapat digunakan di sebagian besar jenis  kendaraan saat ini, bahkan dalam bentuk biodiesel B100 murni
2.5.1.5              Biodiesel dapat membantu mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil, dan meningkat keamanan dan kemandirian energy
2.5.1.6              Biodiesel dapat diproduksi secara missal di banyak negara, contohnya Amerika yang memiliki kapasitas untuk memproduksi lebih dari 50 juta gallon biodiesel per tahun
2.5.1.7              Biodiesel memiliki sifat pelumas yang sangat baik, secara signifikan lebih baik daripada bahan bakar diesel konvensional, sehingga dapat memperpanjang masa pakai mesin
2.5.1.8              Biodiesel memiliki delay pengapian lebih pendek dibandingkan dengan diesel konvensional
2.5.1.9              Biodiesel tidak memiliki kandungan sulfur, sehingga tidak memberikan kontribusi terhadap pembentukan hujan asam

2.5.2 Kelemahan Biodiesel:
2.5.2.1              Biodiesel saat ini sebagian besar produksi dari jagung yang dapat menyebabkan kekurangan pangan dan meningkatnya harga pangan
2.5.2.2              Biodiesel 20x lebih rentan terhadap kontaminasi air dibandingkan dengan diesel konvensional, hal ini bisa menyebabkan korosi, filter rusak pitting di piston dll
2.5.2.3              Biodiesel murni memiliki masalah signifikan terhadap suhu rendah
2.5.2.4              Biodiesel secara signifikan lebih mahal dibandingkan dengan diesel konvensional
2.5.2.5              Biodiesel memiliki kandungan energy yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan diesel konvensional sekitar 11% lebih sedikit dibandingkan dengan bahan bakar diesel konvensional.

2.6 Cara Membuat Biodiesel
            Menurut Manurung, proses pembuatan biodiesel dari tanaman jarak juga tidak terlalu rumit dan bisa dilakukan oleh siapa saja dengan peralatan seadanya, caranya:
2.6.1                    Kukus buah jarak selama satu jam
2.6.2                    Lalu, daging dihancurkan dengan mesin blender
2.6.3                    Setelah itu, daging buah dan biji yang sudah dihancurkan dimasukkan ke dalam mesin tempa minyak
2.6.4                    Dengan penekanan dongkrak hidrolik, ampas diperas hingga menghasilkan minyak.
Setiap 10 kilogram biji jarak yang sudah dihancurkan akan menghasilkan 3,5 liter minyak jarak sebagai pengganti diesel. Minyak ini berwujud seperti minyak goreng, yaitu kental, licin, dan baunya tidak mencolok.
Secara perinci, dalam proses pengolahan biji jarak menjadi biodiesel, dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu :

2.6.1 Proses Pembuatan Crude Jatropha Oil (CJO)
2.6.1.1              Biji jarak dibersihkan dari kotoran dengan cara dicuci secara manual atau masinal (dengan mesin)
2.6.1.2              Biji direndam sekitar 5 menit di dalam air mendidih, kemudian ditiriskan sampai air tidak menetes lagi
2.6.1.3              Biji dikeringkan dengan menggunakan alat pengering atau dijemur di bawah matahari sampai cukup kering, kemudian biji tersebut dimasukkan ke dalam mesin pemisah untuk memisahkan daging biji dari kulit bijinya
2.6.1.4              Daging biji yang telah terpisah dari kulitnya, digiling dan siap untuk dipres. Lama tenggang waktu dari penggilingan ke pengepresan diupayakan sesingkat mungkin untuk menghindari oksidasi
2.6.1.5              Proses pengepresan biasanya meninggalkan ampas yang masih mengandung 7 – 10 % minyak. Oleh sebab itu, ampas dari proses pengepresan dilakukan proses ekstraksi pelarut, sehingga ampasnya hanya mengandung minyak kurang dari 0,1% dari berat keringnya. Pelarut yang biasa digunakan adalah pelarut n – heksan dengan rentang didih 600C – 700C
2.6.1.6              Tahap ini menghasilkan Crude Jatropha Oil (CJO), yang selanjutnya akan diproses menjadi Jatropha Oil (JO)

2.6.2 Proses Pembuatan Biodiesel
2.6.2.1              Reaksi Esterifikasi
CJO mempunyai komponen utama berupa trigliserida dan asam lemak bebas. Asam lemak bebas harus dihilangkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu reaksi pembuatan biodiesel (reaksi transesterifikasi). Penghilangan asam lemak bebas ini dapat dilakukan melalui reaksi esterifikasi. Pada reaksi ini asam lemak bebas direaksikan dengan metanol menjadi biodiesel sehingga tidak mengurangi perolehan biodiesel.  Tahap ini menghasilkan Jatropa Oil (JO) yang sudah tidak mengandung asam lemak bebas, sehingga dapat dikonversi menjadi biodiesel melalui reaksi transesterifikasi.

2.6.2.2              Reaksi Transesterifikasi
Reaksi Transesterifikasi merupakan reaksi utama dalam pembuatan biodiesel. Pada reaksi ini, trigliserida (minyak) bereaksi dengan metanol dalam katalis basa untuk menghasilkan biodiesel dan gliserol (gliserin). Sampai tahap ini, pembuatan biodiesel telah selesai dan dapat digunakan sebagai bahan bakar yang mengurangi pemakaian solar.



2.7 Spesifikasi Biodiesel
Spesifikasi biodiesel menurut Standar Nasional Indonesia tahun 2006 adalah sebagai berikut :
Parameter Satuan Nilai:
2.7.1                    Masa jenis pada suhu 40º Kg/m3 850-890
2.7.2                    Viskositas kinematik pada 40º Mm2/s (cst) 2,3-6,0
2.7.3                    Angka setana Min 51
2.7.4                    Titik nyala (mangkok tertutup) oC Min 100
2.7.5                    Titik kabut oC Maks 18
2.7.6                    Korosi lempeng tembaga(3 jam pada suhu 50º) Maks no.3
2.7.7                    Residu karbon
2.7.8                    Dalam contoh asli
2.7.9                    Dalam 10% ampas distilasi %-massa Maks 0,05
2.7.10                Maks 0,30
2.7.11                Air dan sedimen %-vol Maks 0,05
2.7.12                Temperatur distilasi 90% oC Maks 360
2.7.13                Abu tersulfatkan %-massa Maks 0,02
2.7.14                Belerang Ppm-m (kg/mg) Maks 100
2.7.15                Fosfor Ppm-m (kg/mg) Maks 10
2.7.16                Angka asam Mg-KOH/g Maks 0,08
2.7.17                Gliserol bebas %-massa Maks 0,02
2.7.18                Gliserol total %-massa Maks 0,24
2.7.19                Kadar ester alkil %-massa Min 96,5
2.7.20                Kadar iodium %-massa( g-12 /100g) Maks 115



BAB III
PENUTUP

3.1     Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan:
3.1.1                    Biji dari tanaman jarak pagar (Jatropha Curcas) dapat dijadikan sebagai bahan bakar ramah lingkungan (Biodiesel)
3.1.2                    Dalam membuat biodiesel dari biji tanaman jarak pagar, melalui  dua proses yaitu, Proses Esterifikasi (penghilangan asam lemak bebas) dan Proses Transesterifikasi (reaksi antara trigliserida dan methanol, menghasilkan biodiesel dan gliserol)
3.1.3                    Biodiesel dapat dicampur dengan Diesel Konvensional
3.1.4                    Biodiesel memiliki spesifikasi yang sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia tahun 2006, jadi aman untuk digunakan

3.2     Saran
            Agar hasil produksi biodiesel dari minyak jarak itu maksimal, maka lebih baik pohon jarak dibudidayakan dengan stek atau benih, di lahan yang memiliki tingkat kesuburan yang tinggi dan akan lebih baik lagi jika untuk kedepannya dilakukan penelitian agar biodiesel dari pohon jarak bisa digunakan dan tahan lama walau tidak dicampur dengan diesel konvensional, untuk pemerintah akan sangat baik melakukan produksi untuk biodiesel dari pohon jarak dan menggunakannya untuk kepentingan masyarakat.



DAFTAR PUSTAKA

http://blog.ub.ac.id/abufatih/2012/05/25/laporan-biokimia-biofuelbidieselbiogas-dan-bioetanol/
http://www.indoenergi.com/2012/04/keunggulan-dan-kelemahan-biodisel.html
http://artikeluntukkamu.blogspot.com/2010/12/biodiesel.html#sthash.UYCdtMgb.dpuf
http://hanya-senang-berbagi.blogspot.com/2012/04/kandungan-dan-manfaat-pohon-jarak-pagar.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Jarak_pagar
http://id.wikipedia.org/wiki/Biodiesel
http://uniknya.com/2012/02/29/5-negara-pengguna-energi-terbarukan-tertinggi-bagian-ii-habis/

No comments:

Post a Comment